5. Monitoring dan Evaluasi PPG

5.1 Pengantar

Kegiatan monitoring pelaksanaan program PPG dimaksudkan untuk mengamati dan memantau kegiatan yang dilakukan oleh penyelenggara, agar program ini dapat berjalan sesuai dengan ketentuan dan rambu-rambu yang telah ditetapkan, sehingga tujuan dapat dicapai. Selain itu hasil monitoring juga dapat digunakan untuk memberi masukan kepada penyelenggara tentang berbagai faktor yang menjadi kendala sehingga perlu segera dicarikan solusinya. Agar pelaksanaan program berjalan dengan baik, maka disusunlah suatu panduan kegiatan yaitu Prosedur operasional baku pelaksanaan PPG, salah satu diantaranya adalah workshop dan PPL. POB monitoring workshop Subyek Spesifik Pedagogik (SSP) dan Program Pengalaman Lapangan (PPL) program PPG matematika disusun dengan tujuan:

  1. Pelaksanaan workshop SSP dan PPL berjalan dengan baik sesuai dengan waktu dan tempat yang telah ditetapkan oleh Ketua Pelaksana PPG.
  2. Setiap dosen pembimbing dan guru pamong memiliki kelengkapan administrasi workshop
  3. Setiap peserta PPG dapat mengikuti workshop dengan baik sesuai dengan hak dan kewajibannya.
  4. Dosen pembimbing dan guru pamong melaksanakan penilaian proses SSP dan PPL dalam bentuk penilaian kinerja dan portofolio.
  5. Peserta PPG dapat mengetahui nilai ujian tulis PPG dan uji kompetensi setelah berhasil menyelesaikan workshop SSP dan melaksanakan PPL.

5.2 Prosedur Operasional Baku

Monitoring pelaksanaan workshop SSP dan PPL program PPG matematika meliputi tiga kegiatan, yaitu:

A. Awal Pelaksanaan Workshop

  1. Dosen pembimbing menyiapkan administrasi berupa deskripsi, silabus dan satuan acara workshop sesuai dengan matakuliah yang diampunya.
  2. Dosen pembimbing menyiapkan bahan workshop dan buku-buku sumber yang dapat digunakan oleh peserta PPG.

B. Masa Pelaksanaan Workshop

  1. Dosen pembimbing dan guru pamong mengisi kegiatan workshop sesuai dengan jadwal yang telah disusun oleh ketua pelaksana PPG.
  2. Memberikan tugas tugas (individu/kelompok) untuk memperoleh pemahaman antar topik yang sedang dibahas.
  3. Tugas-tugas beserta hasilnya didokumentasikan dengan baik oleh masing-masing petugas monev.
  4. Setiap akhir workshop dosen pembimbing mengisi berita acara workshop yang disediakan oleh ketua pelaksana PPG.
  5. Dosen pembimbing, guru pamong dan peserta PPG mengkaji silabus PPG, kurikulum KTSP, dan program semester dari masing-masing sekolah.
  6. Dosen pembimbing, guru pamong, dan peserta PPG memilih materi pada setiap semester sebagai bahan workshop SSP.
  7. Mahasiswa mengkaji SK-KD, menentukan model, pendekatan dan metode pembelajaran yang sesuai materi yang dipilih, mentukan alat peraga dan media pembelajaran,
  8. Workshop dilakukan selama 1 semester dan setiap mahasiswa menghasilkan minimal 24 silabus, 24 RPP, dan 1 proposal PTK.
  9. Setiap mahasiswa melaksanakan pembelajaran peer teaching sebanyak 8 RPP dengan 4 materi semester I dan 4 materi semester II.
  10. Pelaksanaan peer teaching dihadiri dosen pembingbing dan guru pamong.
  11. Setelah peserta PPG melaksanakan peer teaching, dosen pembimbing dan guru pamong melaksanakan refleksi.
  12. Peserta PPG membuat proposal PTK dengan bimbingan dosen pembimbing dan guru pamong berdasarkan hasil observasi di sekolah mitra.
  13. PPL dilaksanakan pada semester II di sekolah mitra dengan bimbingan guru pamong sebanyak 12 kali penampilan
  14. PTK dilaksanakan pada semester II di masing-masing sekolah mitra, dilanjutkan penyusunan laporan dan artikel KTI.

Dosen pembimbing dan guru pamong menilai proses SSP dan PPL dengan bentuk penilaian kinerja dan portofolio.