Dampak Positif Pembelajaran Jarak Jauh (Oleh Aulia Alifeira Munandar, Matematika FPMIPA UPI)

Lebih dari setahun dunia dihebohkan dengan adanya virus Covid-19 dan membuat banyak sektor kehidupan terhenti, salah satunya pendidikan. Berbagai upaya telah dilakukan untuk segera mengakhiri masa pandemi, seperti mewajibkan setiap orang untuk menjaga 3M (Memakai masker, Mencuci Tangan, Menjaga jarak). Namun di tengah situasi pandemi yang terus berjalan, tidak sedikit pengaruh buruk yang terjadi di sektor pendidikan ini.

Menurut laporan UNICEF, 168 juta anak di seluruh dunia mengalami kesulitan karena penutupan sekolah mereka. Penutupan sekolah ini tercatat telah dilakukan di lebih dari 200 negara selama periode 11 Maret 2020 hingga 2 Februari 2021. Negara-negara di Amerika Latin dan Karibia merupakan kawasan yang paling terdampak dengan kasus penutupan sekolah ini, dengan rata-rata penutupan sekolah penuh selama 158 hari.

Untuk mengatasi kemungkinan-kemungkinan terburuk ini, pemerintah melakukan berbagai upaya dan kebijakan demi keberlangsungan pendidikan di tengah masa pandemi. Memaksimalkan fasilitas teknologi memberikan gambaran atas kelangsungan pendidikan di masa depan. Meski teknologi tetap tidak bisa menggantikan peran guru, dosen, dan interaksi belajar antara pelajar dan pengajar, seluruh pihak yang terkait dalam kegiatan pembelajaran dipaksa untuk berpikir kreatif dalam memanfaatkan teknologi ini. Sehingga, selain pengaruh buruk ada pula pengaruh baik atau positif yang terjadi di sektor pendidikan ini.

Berikut adalah beberapa dampak positif yang terjadi selama berlangsungnya kegiatan belajar mengajar di masa pandemi.

1. Berkembangnya Pendidikan Berbasis Teknologi

Pandemi Covid-19 yang berdampak terhadap penutupannya sebagian besar sekolah-sekolah ini memaksa pemerintah untuk memberlakukan kegiatan Pendidikan Jarak Jauh atau disingkat PJJ. Sistem belajar PJJ ini mengusung konsep sekolah online, yang mana seluruh kegiatan pembelajaran dilakukan dengan teknologi. Tentunya, hal ini mengharuskan semua individu yang terlibat untuk melek teknologi. Semua pihak yang terlibat akan belajar pentingnya teknologi, dan memahami pentingnya literasi teknologi dan digital. Sehingga Revolusi Industri 4.0 yang menggunakan teknologi sebagai fokusnya ini pun bisa terlaksana dengan baik.

2. Munculnya Kreativitas di Dunia Pendidikan

Dengan adanya perkembangan era dalam pendidikan ini mengakibatkan banyaknya kreativitas-kreativitas yang muncul seperti aplikasi pembelajaran untuk mendukung pembelajaran onine yang mulai menjamur di masyarakat, adanya peningkatan jumlah kursus online gratis, dan program-program yang dilakukan oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi RI berupa Relawan Pengendalian Covid-19 (RECON), KKN Tematik, Mengajar Dari Rumah (MDR), dan Permata Sakti.

3. Terjadinya Hubungan Baik dalam Peningkatan Pendidikan

Selama ini, masyarakat pada umumnya terbiasa akan sistem pendidikan yang ‘disuapi guru’. Kebanyakan sumber informasi di dunia pendidikan bersumber dari guru. Tapi kini, semua pihak baik guru, siswa, maupun orang tua bersama-sama terlibat dalam kemajuan pendidikan di masa pandemi. Misalnya, saat PJJ berlangsung siswa tidak hanya mengandalkan buku cetak saja sebagai sumber informasi tetapi juga berperan aktif dalam mencari informasi di internet. Dengan belajar di rumah, tentunya orang tua pun ikut terlibat dalam keberlangsungan pendidikan.

4. Membangun Mental Positif

Dengan ketiadaannya kegiatan belajar di sekolah, membuat banyak waktu yang biasanya dihabiskan untuk persiapan menuju sekolah sampai pulang sekolah menjadi lebih banyak dihabiskan di rumah. Hal ini tentunya memberikan dampak positif salah satunya membuat para siswa lebih bisa mengeksplorasi pendidikan di luar sekolah. Selain itu baik siswa, guru, maupun orang tua bersama-sama belajar untuk memanajemen waktu sehingga tidak terbuang sia-sia. Selama pandemi Covid-19 terus berlangsung di dunia tentunya banyak sekali dampak baik negatif maupun positif yang mempengaruhi berbagai bidang, termasuk juga pendidikan. Seiring berjalannya waktu tentunya kita tidak bisa terus berkutat di masalah negatif, tetapi juga harus terus melakukan dan mencari berbagai hal positif agar bisa berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.