Telah diseminarkan pada Konferensi Internasional Pendidikan Dasar Kedua di UPI Kampus Sumedang, 29 Oktober 2011

Rini Marwati, Khusnul Novianingsih, dan Dewi Rachmatin

Departemen Pendidikan Matematika

Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Universitas Pendidikan Indonesia

 PENDAHULUAN

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat khususnya teknologi informasi dan komunikasi (ICT) mempengaruhi kehidupan manusia sehari-hari. Sejalan dengan itu, kemajuan teknologi jaringan dan perkembangan internet memungkinkan penerapan teknologi ini di berbagai bidang termasuk di bidang pendidikan atau latihan. Di masa datang penerapan teknologi internet di bidang pendidikan dan latihan akan sangat dibutuhkan dalam rangka meningkatkan dan memeratakan mutu pendidikan, terutama di Indonesia yang wilayahnya tersebar di berbagai daerah yang sangat berjauhan. Sehingga diperlukan solusi yang tepat dan cepat dalam mengatasi berbagai masalah yang berkaitan dengan mutu pendidikan sekarang.

Seseorang yang tidak dapat mengikuti pendidikan konvensional karena beberapa faktor penyebab seperti kondisi geografis, harus bekerja, jarak yang jauh, kondisi fisik yang tidak memungkinkan, dimungkinkan untuk dapat tetap belajar melalui e-learning, suatu aplikasi pendidikan jarak jauh.

Dengan adanya aplikasi pendidikan jarak jauh yang berbasiskan internet seperti e-learning ini, maka ketergantungan akan jarak dan waktu yang diperlukan untuk pelaksanaan pendidikan dan latihan akan dapat diatasi, karena semua yang diperlukan akan dapat disediakan secara online sehingga dapat diakses kapan saja. Web merupakan salah satu tekonologi internet yang telah berkembang sejak lama dan yang paling umum dipakai dalam pelaksanaan pendidikan dan latihan jarak jauh (e-Learning). E-learning atau electronic learning kini semakin dikenal sebagai salah satu cara untuk mengatasi masalah pendidikan, baik di negara-negara maju maupun di negara yang sedang berkembang.

Banyak pakar pendidikan memberi definisi mengenai e-learning seperti Thomson, Ganxglass, dan Simon (dalam Purbo, 2003) bahwa e-learning merupakan suatu pengalaman belajar yang disampaikan melalui teknologi elektronika. E-learning juga dapat didefinisikan sebagai upaya menghubungkan pembelajar (peserta didik) dengan sumber belajarnya (database, pakar/instruktur) yang secara fisik terpisah atau bahkan berjauhan namun dapat saling berkomunikasi, berinteraksi atau berkolaborasi secara langsung/synchronous dan secara tidak langsung (asynchronous). E-learning merupakan bentuk pembelajaran atau pelatihan jarak jauh yang memanfaatkan teknologi telekomunikasi dan informasi misalnya internet, video/audiobroadcasting, video/audioconferencing, CD-ROOM (secara langsung dan tidak langsung).

Kegiatan e-learning termasuk model pembelajaran individual. Menurut Loftus (2001) dan Siahaan (2004) kegiatan e-learning lebih bersifat demokratis dibandingkan dengan kegiatan belajar konvensional, karena peserta didik memiliki kebebasan dan tidak merasa khawatir, ragu-ragu maupun takut, baik untuk mengajukan pertanyaan /tanggapan karena tidak ada peserta belajar lainnya yang secara fisik mengamati, dan kemingkinan akan memberi komentar, meremehkan, atau mencemoohkan pertanyaan ataupun pernyataannya. Profil peserta e-learning adalah seseorang yang ; (1) mempunyai motivasi belajar mandiri yang tinggi dan memiliki komitmen untuk belajar secara bersungguh-sungguh karena tanggung jawab belajar sepenuhnya berada pada diri peserta belajar itu sendiri; (2) senang belajar dan melakukan kajian-kajian, gemar membaca demi pengembangan diri terus menerus, dan yang menyenangi kebebasan; (3) mengalami kegagalan dalam mata kuliah tertentu dan membutuhkan penggantinya atau yang membutuhkan materi yang tidak disajikan, atau yang ingin mempercepat kelulusan sehingga mengambil beberapa mata kuliah lainnya melalui e-learning, serta yang terpaksa tidak dapat meninggalkan rumah karena berbagai pertimbangan.

Terdapat tiga fungsi pembelajaran elektronik (e-learning dengan media elektronik) terhadap kegiatan pembelajaran, yaitu : (1) suplemen (tambahan), dikatakan berfungsi sebagai suplemen (tambahan), apabila peserta didik mempunyai kebebasan memilih, generic provigil http://www.canadianpharmacy365.net/product/provigil/, tentunya bagi seseorang yang memanfaatkannya akan memiliki tambahan pengetahuan atau wawasan ; (2) komplemen (pelengkap), dikatakan berfungsi sebagai komplemen (pelengkap) apabila materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk melengkapi materi pembelajaran yang diterima peserta didik (Lewis, 2002 yang bertujuan agar peserta didik semakin lebih mudah memahami materi pelajaran yang disajikan instruktur; (3) substitusi (pengganti), beberapa institusi di negara-negara maju memberikan beberapa alternatif model kegiatan pembelajaran kepada para peserta didiknya, tujuannya agar para peserta didik dapat secara fleksibel mengelola kegiatan perkuliahannya sesuai dengan waktu dan aktivitas lain sehari-hari peserta didik.

Menurut hasil penelitian Graham dan Misanchuk (dalam Roberts, 2004), dengan peningkatan ketersediaan teknologi komputer dan internet lingkungan belajar melalui komputer meningkat pada perguruan tinggi. Pada saat yang sama telah ada peningkatan kesadaran di kalangan pendidik dan peneliti dari pentingnya interaksi manusia dalam proses belajar. Computer-mediated groupwork (kelompok belajar yang menggunakan media internet) merupakan strategi pembelajaran yang menggabungkan teknologi online dengan interaksi manusia.

Berdasarkan paparan tadi dan melihat fungsi atau kegunaan e-learning, peneliti tertarik untuk mengetahui efektifitas perkuliahan dengan menggunakan e-learning dari sudut pandang mahasiswa. Untuk itu dalam penelitian ini akan diberikan angket pada mahasiswa yang telah mengikuti perkuliahan Algoritma dan Pemograman 2 pada semester Genap 2009/2010. Angket tersebut ditujukan untuk mengevaluasi hasil pembelajaran mata kuliah Algoritma dan Pemograman 2 yang telah dilaksanakan pada semester Genap 2009/2010, agar dapat memberi masukan yang bermanfaat bagi perbaikan atas kekurangan pelaksanaan kuliah Algoritma dan Pemograman 2 yang memanfaatkan e-learning pada tahun berikutnya. Sehingga secara tak langsung pelaksanaan penelitian ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran mata kuliah tersebut.

Peningkatan Motivasi Perkuliahan Algoritma Dan Pemrograman 2 Melalui e-Learning (oleh Rini Marwati, Khusnul Novianingsih, dan Dewi Rachmatin)