Oleh: Utari Wijayanti

The Elements merupakan buku pertama yang mengajarkan dasar-dasar pola pikir deduktif dan dituliskan oleh Euclid pada 300 SM. Buku tersebut meninggalkan misteri aksioma ke-5 yang baru terkuak lebih dari 2000 tahun kemudian, dengan ditemukan geometri non-euclid.

Fakta yang sangat menarik dari buku ini adalah buku ini dicetak pertama kali pada tahun 1482 dan kemudian diterjemahkan dan dipublikasikan lebih dari 1000 edisi.  Buku ini diperkirakan oleh Carl Benjamin Boyer sebagai buku dengan edisi terbanyak kedua setelah Bible.

Jika kita cermati lagi, tahun 1482 merupakan masa peralihan dari Masa Kegelapan menuju Masa Renaisans dan kemudian Eropa berhasil bangkit dari Masa Kegelapan yang telah mereka alami sekitar 1000 tahun setelah keruntuhan Kerajaan Romawi.

Melihat dari beberapa fakta antara lain sangat banyaknya edisi buku ini, tercatat sebagai salah satu buku paling berpengaruh sepanjang masa, serta periode muncul edisi cetak pertamanya, jelas kita bisa mengambil kesimpulan bahwa buku ini sangat berperan bagi kebangkitan bangsa Eropa.

Apa yang sebenarnya menjadikan buku ini sangat istimewa sehingga buku ini menjadi rujukan penting bagi Bangsa Eropa di masa awal Renaisans dan juga Abad Penemuan?  Buku ini tidak hanya mengajarkan logika tetapi juga pola pikir deduksi, sistem aksiomatis, demonstrasi pembuktian, dan prinsip dasar problem solving (CMIIW). Penguasaan prinsip-prinsip inilah yang membangun kembali penalaran Bangsa Eropa setelah ratusan tahun tenggelam dalam masa Kegelapan dan terjebak dengan pola pikir mistis, misalnya menghitung berapa banyak malaikat pada ujung jarum.

Sejarah juga mencatat buku ini memberikan pengaruh pada beberapa ilmuwan besar seperti Nicolaus Copernicus, Johannes Kepler, Galileo Galilei, Sir Isaac Newtown dan juga pada sistem pembuktian para Ahli Hukum dan pendekatan aksiomatik yang bisa ditemui pada Ekonometri.

Oleh para ilmuwan, konsep-konsep aksiomatif yang ada dikembangkan lebih lanjut dengan dikombinasi  dengan pola induktif – dimana konsep-konsep aksiomatis digunakan sebagai model dari fenomena yang mereka amati, misalnya dalam bidang sains, hukum, ekonomi, ilmu kedokteran, atau teknologi komputer.

Berkaca dari keberhasilan Bangsa Eropa bangkit dari Masa Kegelapan, maka sebaiknya bangsa kita mencoba menangkap spiritnya dan menjadikannya teladan.  Kita perlu memahami apa yang menjadi kunci dari keberhasilan mereka dan apa yang berhasil merombak pola pikir mereka.

Peran Pola Pikir Deduktif Bagi Kebangkitan Bangsa Eropa