Oleh: Al Jupri, M.Sc.

Untuk memulai pelajaran matematika, Pak Yudi selalu mengaitkan dengan kejadian sehari-hari.

“Anak-anak, hari ini kita akan lanjutkan pelajaran matematika. Tadi malam, bapak membeli martabak pada penjual yang lewat di depan rumah. Bila bapak mempunyai uang Rp. 15.000, dan harga martabak adalah Rp. 8000, berapakah uang kembalian yang bapak terima, anak-anak?”

Sejenak kelas hening,  semua siswa tampak berpikir.

Udin : “Rp. 7000, Pak!”

Jerry : “Iya, Pak, Rp. 7.000.“

Siswa-siswa lain tampak setuju dan mengiyakan jawaban Udin dan Jerry. Tapi, Tom tidak setuju.

Tom : “Bukan, Pak! Yang jelas, kembaliannya Rp. 2000.”

“Bagaimana sih kamu Tom, kamu salah tuh! Kan Rp. 15.000 – Rp. 8000 = Rp. 7000” ujar Udin yang tampak disetujui Jerry.

Pak Yudi : “Oke, Tom. Mengapa jawabanmu Rp. 2000?”

====================================================================================

Nah, para pembaca yang budiman, kira-kira mengapa jawaban Tom begitu?

Catatan: Walau permasalahan yang diajukan dalam artikel ini sangat sederhana, janganlah dipandang remeh. Silakan eksplorasi nilai-nilai matematis dan didaktis yang terkandung dalam permasalahan yang diajukan!

Uang Kembalian Martabak