A. Sekelumit Prodi Pendidikan Matematika
Prodi S3 Pendidikan Matematika terakreditasi A oleh BAN PT dengan Surat Keputusan Ketua BAN PT No: 013/SK/BAN-PT/Ak-X/D/I/2013 (berlaku 10 Januari 2013 s/d 10 Januari 2018); demikian juga S2 pendidikan matematika terakreditasi A dengan Surat Keputusan dari Ketua BAN PT Dikti No. 463/SK/BAN-PT/Akred/M/XII/2014 (berlaku 08 Desember 2014 s/d 07 Desember 2019).
Selain badan akreditasi Nasional PT dari Dikti, penjamin mutu ISO TÜV Rheinland, tentang Management System ISO 9001: 2008 (Management www.tuv.co ID 9105061160) juga telah memberikan sertifikasi Prodi Pendidikan Matematika baik S2/S3, dengan demikian dapat dikatakan bahwa penyelenggaraan pendidikan prodi Pendidikan Matematika untuk program Doktor dan Program Magister telah mengikuti standar-standar yang ditetapkan DIKTI dan ditetapkan oleh ISO TÜV Rheinland.

 

B. Proses Pembelajaran
Proses pembelajaran pada Program S2 meliputi: penelaahan konsep-konsep matematika untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan logis matematis; diskusi intensif dalam berbagai permasalahan pendidikan matematika; penelaahan metodologi penelitian pendidikan matematika baik secara kuantitatif, kualitatif maupun penelitian pengembangan; presentasi kelas; presentasi dalam seminar tingkat nasional berkenaan dengan isu terkini dalam pendidikan matematika; penulisan karya ilmiah hasil-hasil kajian teoritis dan hasil-hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang dikirimkan ke jurnal nasional.

Proses pembelajaran pada Program S3 mencakup: penelaahan konsep-konsep matematika untuk meningkat-kan kemampuan berpikir kritis, logis, dan kreatif matematis; diskusi intensif dalam berbagai permasalahan pendidikan matematika; penelaahan metodologi penelitian pendidikan matematika; presentasi kelas dalam konteks pendidikan matematika di sekolah menengah; presentasi dalam seminar/konferensi/kongres tingkat nasional dan internasional berkenaan dengan isu-isu terkini dalam pendidikan matematika; penelitian kuantitatif/ kualitatif/ pengembangan secara intensif dalam upaya peningkatan kemampuan matematis siswa/mahasiswa melalui model pembelajaran terkini; penulisan karya ilmiah terkait hasil-hasil kajian teoritis dan hasil-hasil penelitian pendidikan matematika dalam jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional terujuk.

 

C. Capaian Prodi Pendidikan Matematika
Untuk dapat mempertahankan akreditasi BAN PT di posisi A (Sangat baik), untuk S2 dan S3, telah dilakukan upaya-upaya akademik dan manajerial secara konsis ten, sehingga kepercayaan publik terhadap prodi pendidikan matematika juga konsisten dan bertahan. Profesor-profesor di prodi pendidikan matematika ini leading untuk memimpin temuan-temuan baru dalam pengembangan penelitian. Seperti penelitian dalam Desain Didaktis (Dedactical Design Research) dan Metapedadidaktik dalam bidang pendidikan matematika telah membuka lapangan baru dalam riset pendidikan yang tidak menyebabkan monotonnya riset bidang pendidikan matematika, sehingga terhindar dari istilah “kehabisan topik dalam penelitian”. Penelitian-penelitian di bidang ethnomathematics, juga menjadi trend kajian yang mulai dilirik para mahasiswa, para dosen, dan para guru besar di UPI.   Selain temuan-temuan di atas, bidang teknologi dalam pembelajaran matematika, juga telah dirancang oleh sejumlah calon lulusan yang telah mengambil disertasi di bawah bimbingan guru besar yang menguasai teknologi pembelajaran matematika secara baik. Serta sejumlah penelitian bidang pendidikan matematika yang mengikuti isu-isu global  dan trend International dalam pembelajaran matematika, sehingga temuan-temuan orisinil para mahasiswa dan dosen menjadi temuan yang layak memperoleh HAKI. Untuk temuan HAKI telah diawali oleh Prof. Didi Suryadi, dkk. dalam penelitian yang menyangkut DDR. Selain daripada itu para tenaga pengajar di UPI juga memiliki jalinan kerjasama dengan universitas di luar negeri, seperti Prof. Yaya S Kusumah, Ph.D. di samping menguji calon doktor dalam sebuah promosi terbuka di Negeri Belanda, beliau juga memberikan kuliah umum terhadap para mahasiswa dan dosen di Utrecht University, the Netherlands.  Tidak sedikit pula dosen-dosen UPI yang berperan sebagai penguji luar (external examiners) disertasi mahasiswa asal Australia,  serta menjadi reviewer jurnal international ternama. Penelitian bidang Aljabar C* oleh Dr. Rizky Rojanuardi merupakan penelitian bidang murni yang orisinil, dan di Indonesia baru ada di Universitas Pendidikan Indonesia, sehingga dapat dikatakan beliau adalah Pelopor untuk hadirnya aljabar C* di Indonesia. Dan masih banyak keahlian-keahlian lain yang perlu digali oleh para pencari ilmu. Kajian tentang pendidikan matematika realistik yang bersumber dari kajian tentang Didactical Phenomenology juga sudah mulai didengungkan di Universitas Pendidikan Indonesia. Semuanya ditunjukkan untuk pencapaian visi Leading and Outstanding University.

 

D. Prodi Pendidikan Matematika Terintegrasi
Prodi Pendidikan matematika telah terintegrasi, sehingga S1, S2 dan S3 menjadi prodi linear yang dipimpin oleh seorang Ketua Departemen Pendidikan Matematika. Pengelolaan dosen prodi Pendidikan Matematika karena berada di bawah satu atap yaitu “atap integrasi” maka penetapan dosen di S2/S3 didasarkan kepada keahlian (spesialisasi). Selain daripada itu dosen di prodi S2 dan S3 penetapannya juga didasarkan kepada kelayakan dan kemampuan akademik, atas pertimbangan dosen-dosen senior. Dengan kata lain dosen senior memberikan rekomendasi, dan memberikan pembinaan agar dosen junior yang memenuhi kriteria dapat diajukan untuk mengajar di Prodi Pendidikan Matematika Sekolah Pascasarjana.

 

E. Sandwich dan Kerjasama International
Mahasiswa yang memenuhi kriteria untuk mengikuti sandwich program, dapat melamar untuk mengikuti program 4-6 bulan di luar negeri untuk menimba pengalaman bersama tenaga ahli yang dipilih atau ditunjuk sebagai host. Pengalaman di luar negeri ini bisa berbentuk penulisan proposal disertasi yng lebih khusus pada penulisan literature review. Karenanya dukungan kepustakaan dari universitas host, menjadi sangat penting mengingat kelengkapan sumber belajar dan literatur terkini mudah diperoleh di negara host. Hal ini sekaligus dapat mengatasi kekurangan sumber yang ada di tanah air.
 

Kerjasama dengrganisasi International seperti dengan Nasional Institute of Education, Nangyang Technology University (di Singapura), Hiroshima University, Gunma University, dan Shizuoka University di Jepang, Monash University, University Technology of Sydney, Wolonggong University di Australia, serta dengan Universitas di Negeri Belanda (Twentee University, Utrecth University) telah memberikan wawasan keilmuan dan kiat-kiat kerja bagi para mahasiswa dan dosen sedemikian sehingga kebiasaan dan ketahanan kerja sedikit banyak memperoleh pengaruh dari kiat-kiat kerja para profesor di universitas-universitas ternama.