Daejon, UPI

Sebanyak 102 negara anggota UNESCO-WTA mengikuti UNESCO-World Technopolis Association (WTA) International Training Workshop, di Daejeon Metropolitan City, Korea Selatan, Senin hingga Kamis (11-14/92017).

 

Pada forum tersebut, Indonesia dipercaya sebagai salah satu dari 5 Negara yang mewakili 102 negara anggota UNESCO-WTA untuk memberikan paparannya dalam presentasi mengenai Best Practices terkait pengembangan dan pengelolaan Science-Technology Park (STP). Delegasi Indonesia yang diwakili oleh Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terdiri dari Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (SPs UPI) Prof. Yaya S. Kusumah, Ph.D., Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kemahasiswaan SPs UPI Prof. Dr. Anna Permanasari, M.Si., dan Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah SPs UPI Dr. Leli Yulifar, M.Pd.
Direktur SPs UPI Prof. H. Yaya S. Kusumah, M.Sc., Ph.D., tampil sebagai presenter atas nama Indonesia untuk menyampaikan materi mengenai kebijakan pemerintah, arah pengembangan, dan contoh program pengelolaan Sains dan Tekno Park (STP) di Indonesia.

Sebagai seorang Doktor lulusan Curtin University of Technology, Australia, Prof. Yaya sangat memahami konsep, tahapan implementasi, dan strategi pengembangan Sains dan Tekno Park. Paparannya mengenai penerapan prinsip kemitraan/kerjasama Triple-Helix antara Pemerintah, Industri, dan Perguruan Tinggi dalam pengembangan dan pengelolaan STP di Indonesia memperoleh perhatian dan sambutan yang baik dari peserta yang hadir.

Beberapa peserta dari beberapa negara menyampaikan langsung kepada Prof. Yaya minat untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pengembangan dan pengelolaan STP di Indonesia. Seorang Profesor dari Brazil malah mengusulkan kerjasama penelitian dengan UPI terkait pengembangan STP, bahkan berencana berkunjung dan berminat untuk menjadi visiting Profesor di UPI. (dodiangga)

 

source: portal berita UPI

 

Prof. H. Yaya S. Kusumah, M.Sc., Ph.D., Wakili Indonesia berbicara di Forum UNESCO-WTA 2017